Uluwatu Kecak Dance | Tiket Tari Kecak Uuwatu Online
Uluwatu Kecak Dance

.

Monthly Archives: January 2014

Segi tiga emas Nusa Dua-Pura Uluwatu-Jimbaran

Segi tiga emas Nusa Dua-Pura Uluwatu-Jimbaran andalan baru pariwisata Bali

Wisata Segitiga Emas Uluwatu Jimbaran Nusa Dua

Wisata Segitiga Emas Uluwatu Jimbaran Nusa Dua

Perkembangan pariwisata Bali yang bergerak secara dinamis dari tahun ke tahun mengakibatkan industri pariwisata di Bali untuk terus memikirkan aternatif lain tempat-tempat wisata di Bali yang bisa dikembangkan uhtuk dikunjungi oleh wisatawan selama berkunjung di Bali. Setelah perkembangan yang begitu pesat terjadi pada daerah Kuta, Seminyak dan legian yang berkembang menjadi destinasi wisata tempat berjamurnya hotel, restaurant, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya juga menjadi central bagi wisata shopping yang dapat dilakukan disepanjang jalan seminyak, legian maupun kuta.

Bagi mereka yang gemar mengamati lebih dekat tentang aktifitas budaya yang ada di Bali, para wisatawan biasanya lebih memilih untuk berwisata kebagian timur Pulau Bali dengan mengunjungi daerah Ubud dan sekitarnya. Namun kemudian sejalan dengan perkembangan pariwisata Bali yang semakin menunjukkan angka peningkatan jumlah kunjungan setiap tahunnya para wisatawan mulai melirik pinggiran selatan Pulau Bali yang juga menyimpan segudang potensi wisata yang dapat dikembangkan. Umumnya agen perjalanan wisata akan memasukkan 3 daerah yang ada di Bali Selatan untuk menjadi alternative bagi wisatawan yang mengunjungi Bali, ketiga wilayah di Bali selatan tersebut adalah daerah Nusa Dua, Pura Uluwatu dan Pantai Jimbaran.

Daerah Nusa Dua, Tanjung Benoa yang terkenal dengan pantai pasir putihnya mulai dikembangkan dengan wisata air, beragam olahraga dan aktifitas yang dapat dilakukan dipinggir pantai nusa dua dapat anda nikmati disini, mulai dari snorkelling, parasailing dan dan banyak lagi permainan di air yang sangat menarik untuk dinikmati oleh para wisatawan. Aktifitas ai ini juga mendapat dukungan yang luar biasa dari usaha perjalanan wisata yang ada di Bali dengan memasukkan kawasan Nusa Dua ataupun Tanjung Benoa sebagai salah satu tempat wisata yang bisa dikunjungi para wisatawan yang ingin menikmati olahraga air.

Pura Uluwatu, Pura yang merupakan salah satu pura umum dan satu dari enam pura terbesar di Bali ini menjadi favorit bagi wisatawan yang sedang berlibur ke Bali. Pura Uluwatu berdiri diatas batu karang setinggi ± 150 meter dari permukaan laut ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dimana wisatawan dapat mengamati lebih dekat peninggalan sejarah masa lalu dari abd ke XI berupa Pura Uluwatu selain itu juga dapat menikmati keindahan sekitar Pura Uluwatu, tebng-tebing yang sangat menawan, sunset, dan tentunya Tari Kecak Uluwatu yang bisa disaksikan setiap sorenya mulai pukul 18:00 sampai dengan 19:00. Kehadiran Tari Kecak Uluwatu menjadi magnet tersendiri bagi para agen perjalanan wisata untuk membuat paket wisata/tour menuju kelokasi ini.

Pantai Jimbaran, pantai yang landai dan lebar ini memberikan berka tersendiri bagi masyarakat sekitarnya, bagaimana tidak semenjak kehadiran puluhan restaurant yang menjual berbagai jenis olahan laut tempat ini kemudian menjadi sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Selain dapat menikmati berbagai makanan olahan laut, dilokasi ini anda juga bisa menikmati keindahan pantai sekitar dengan pemandangan yang juga sangat menarik.

Ketiga tempat wisata di atas kemudian dikemas ke dalam satu paket wisata yang sangat diminati oleh para wisatawan, paket wisata yang ditawarkan biasanya berupa tour yang dimulai dengan menikmati aktifitas air dengan bermain berbagai jenis water sports yang bisa dinikmati di pantai Tanjung Benoa Nusa Dua, selanjutnya wisatawan akan diajak mengunjungi Pura Uluwatu sekaligus untuk menonton Tari Kecak Uluwatu setelah puas mengunjungi Pura Uluwatu dan menonton Tari Kecak Uluwatu, wisatan akan diajak untuk menikmati makan malam mereka di Pantai Jimbaran dengan pilihan beragam menu seafood.

Ketiga lokasi wisata ini saling mengikat dan menguntungkan satu sama lainnya, tentunya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali karena sudah disiapkan rute perjalanan wisata yang sangat mudah untuk dijangkau, saling berdekatan dan memberikan pengalaman liburan berbeda bagi setip orang yang mau mencobanya. Maka tidak salah kemudian pemerinta Provinsi Bali melalui perpanjangan tangan Kabupaten Badung yang mewilayahi ketiga lokasi tersebut memberikan perhatian yang sangat luar biasa bagi pemeliharaan kawasan dan ketiga tempat wisata tersebut. Dengan kehadiran ribuan wisatawan setiap harinya ketiga lokasi wisata di atas, pemerintah telah meraup pendapatan daerah yang sangat besar melalui beragam aktifitas wisata yang berlangsung dikawasan ini.

Environment di Uluwatu

PT. Bayer HealtCare Indonesia for Environment di Uluwatu Bali

PT. Bayer HealtCare

PT. Bayer HealtCare

Pada Hari Minggu, 19 Januari 2014 kemarin kami kedatangan rombongan dari PT Buyer HealtCare Indonesia yang secara khusus datang ke Pura Uluwatu untuk melakukan aksi sosial penyelamatan lingkungan di kawasan pura Uluwatu. Rombongan PT Buyer HealthCare Indonesia ini mengunjungi Pulau Bali dalam rangka kegiatan outbound perusahaan dan meeting selain itu kegiatan outbound perusahaan kali ini juga dirangkaikan dengan membawa misi penyelamatan lingkungan. Perjalanan wisata yang dikemas dengan kegiatan sosial ini difokuskan di Pura Uluwatu selain karena Pura Uluwatu memiliki kawasan yang lumayan luas untuk dijaga kelestariannya juga secara khusus di maksudkan untuk mengenalkan Pura Uluwatu kepada seluruh karyawan yang ikut dalam kegiatan ini, selain itu kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pengalaman wisata yang berbeda karena selain melakukan aksi sosial kebersihan, peserta juga diajak untuk menonton Tari Kecak Uluwatu sehabis kegiatan.

Aksi kebesihan lingkungan yang melibatkan staff dari PT. Bayer HealthCare Indonesia ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa oleh masyarakat setempat dan beberapa stakeholeder pariwisata yang ada di Pura Uluwatu. Terlebih aksi ini kemudian mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari pemerintah Desa Pecatu melalui Kepala Desa Pecatu yang secara khusus menerima rombongan di Pura Uluwatu. Kehadiran rombongan dari PT. Bayer HealthCare ini seperti apa yang disampaikan oleh Bpk Karyana Yadnya merupakan sebuah kehormatan bagi Desa Pecatu dan masyarakat Bali pada umumnya bahwa ada pihak-pihak swasta yang begitu perduli kepada kawasan Pura Uluwatu sebagai sebuah warisan yang harus dijaga kelestarian dan lingkungannya. Secara khusus atas nama Pemerintah Desa Pecatu, dan masyarakat Bali pada umumnya beliau menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi PT. Bayer Indonesia untuk melakukan aksi sosial yang telah dilakukan.

Demikian pula peryataan yang disampaikan oleh Bpk Made Leper selaku ketua Kelompok Wisata Pura Uluwatu yang kami temui disela-sela kegiatan ini menyatakan apreasiasi yang setinggi-tingginya atas apa yang telah dilakukan oleh PT. Buyer Indonesia, sebagai sebuah destinasi wisata internasional Pura Uluwatu telah menjadi tempat wisata terfavorit untuk dikunjungi wisatawan selama berada di Bali, dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai ribuan orang setiap harinya menyebabkan banyak sampah-sampah plastik yang kemudian berserakan tidak pada tempatnya. Tentunya hal ini akan sangat merusak lingkungan jika tidak ada pihak-pihak yang mau ikut menjaga kebersihan lingkungan disekitar kawasan Pura Uluwatu. Dengan kehadiran PT. Buyer Indonesia ini, petugas kebersihan di Pura Uluwatu merasa sangat terbantu untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri disepanjang kawasan Pura Uluwatu.

Sedangkan menurut Ketua Tari Kecak Uluwatu, Bpk. I Made Sutanaya yang sekaligus merupakan pengelola website www.uluwatukecakdance.com menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan kemungkinan akan menjadi trend perjalanan wisata selanjutnya, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan outing/outbound bisa meniru apa yang dilakukan oleh PT Bayer Indonesia ini. Selain dapat berwisata, juga dapat terlibat langsung dalam hal penyelamatan lingkungan. Tidak lupa pada awal pementasan oleh MC Tari Kecak Uluwatu, PT Buyer Indonesia di recognise secara khusus karena telah melakukan aksi kebersihan dan menonton Tari Kecak Uluwatu, tepuk tangan dari seluruh penonton yang mencapai ribuan orang tersebut seakan menjadi saksi bahwa selalu ada langkah konkret yang bisa dilakukan untuk terlibat langsung dalam aksi penyelamatan lingkungan dimanapun kita berada.

Pura Uluwatu di sore hari

Mengapa wisatawan lebih memilih mengunjungi Pura Uluwatu di sore hari?

Sesuai dengan hasil observasi yang kami lakukan dilapangan berdasarkan dengan jumlah kedatangan wisatawan yang berkunjung ke Pura Uluwatu, kemudian dapat ditarik kesimpulan bahwa lonjakan kedatangan wisatawan akan terjadi di waktu sore hari dalam tenggang waktu antara jam 16:00 Wita s/d jam 19:00 WITA. Jumlah wisatawan yang berkunjung pada sore hari berkisar pada angka 1.500 orang sampai dengan 2000 orang setiap harinya. Biasanya akan mengalami peningkatan pada akhir pekan maupun pada hari-hari libur nasional. Prosentase wisatawan yang mengunjungi Pura Uluwatu pada sore hari tercatat mencapai angka 65.50% dari total kunjungan wisatawan setiap harinya, sedangkan hanya 20.22% yang berkunjung di Pagi hari  dan 14.28% datang berkunjung pada siang harinya.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang prosentase kedatangan wisatawan ke Pura Uluwatu menurut jam kunjungan dapat dilihat dalam diagram di bawah ini :

Pura Uluwatu di sore hari

Pura Uluwatu di sore hari

Memperhatikan diagram di atas tentunya dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Pura Uluwatu akan membeludak pagi waktu sore hari antara jam 16:00 s/d 19:00 WITA, hal ini tentunya disebabkan oleh partisipasi para agen perjalanan dan guide maupun sopir freelance yang membuat paket tour ke uluwatu pada jam-jam tersebut. Selain suasana yang akan lebih sejuk karena panas matahari sudah akan mulai berkurang, pada jam-jam tersebut juga akan mendapat banyak keuntungan-keuntungan lain diantaranya adalah pemandangan sekitar Pura uluwatu yang akan lebih indah diwaktu sore hari, sunset , dan tentunya alasan yang mendasar adalah wisatawan ingin menonton Tari Kecak Uluwatu yang sudah melegenda.

Menonton Tari Kecak Uluwatu sambil menikmati lembayung senja yang indah yang tercipta saat dimana matahari mulai terbenam dibelakang Samudera Hindia, langit memerah menciptakan suasana yang begitu sangat romantic membuat para wisatawan betah untuk berada dilokasi wisata satu ini pada sore harinya.  Penonton tidak perlu untuk beranjak dari tempat duduk mereka melainkan hanya bersiap dengan kamera anda dan tangkap semua moment yang terjadi pada jam-jam ini.

Lonjakan kedatangan wisatawan pada sore hari juga dibenarkan oleh keterangan dari pengelola Kawasan Wisata Uluwatu, disebutkan bahwa dengan diadakannya tari kecak sebagai atraksi wisata di Pura Uluwatu membuat para wisatawan lebih memilih untuk berkunjung pada sore harinya yang memungkinkan wisatawan untuk menikmati keindahan panorama disekeliling Pura Uluwatu sambil menonton Tari Kecak Uluwatu dan tentunya sunset yang tidak akan dilewatkan oleh para wisatawan.

Mengapa Tari Kecak Uluwatu memilih konsep panggung terbuka ?

Panggung Terbuka

Panggung Terbuka

Tempat pertunjukan Tari Kecak UIuwatu berada di dalam kawasan Pura Uluwatu, kawasan yang sangat disucikan oleh umat Hindu di Bali ini memiliki luas ± 8 Hektar yang terdiri dari hutan konservasi yang disebut dengan Alas Kekeran, Lahan Parkir dan bangunan kios pedagang seluas 1 hektar, dan area pura yang ± 1 hektar.

Kawasan Pura Uluwatu selain sebagian merupakan hutan konservasi dan lahan parkir juga dimanfaatkan sebagai tempat pengembangan atraksi wisata budaya berupa tari kecak. Pertunjukkan tari kecak yang dipentaskan di stage yang dibangun di atas lahan seluas ± 6 are tersebut mengambil tempat yang sangat strategis dengan mempertimbangkan keindahan alam sekitar latar belakang untuk mendukung suksesnya pertunjukan.

Pada tahun 1999 ketika lokasi tempat petunjukan disepakati kemudian secara gotong royong anggota Tari Kecak Uluwatu mulai merancang dan membangun stage dengan kapasitas ± 700 orang. Stage yang dibangun dengan kayu dan bambu pada awalnya dibangun dengan dana yang sangat minim dengan bantuan dari beberapa donator yang ada pada saat tersebut. Karena sumber dana yang sangat sedikit, stage Tari Kecak Uluwatu ini kemudian hanya menggunakan perlatan dan bahan seadanya, dengan memakai tiang dari kayu yang diambil disekitar rumah-rumah penduduk dan sumbangan dari para anggota, juga memanfaatkan tumbuhan pohon bamboo yang tersebar dirumah-rumah warga sekitar. Hal ini juga mengakibatkan keseluruhan dana yang terkumpul pada saat tersebut tidak bisa untuk membuat atap pelindung pada bagian panggung dan tempat duduk penonton.
Seiring dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan yang datang ke Pura Uluwatu Bali dan secara khusus menonton Tari Kecak Uluwatu, banyak masukan dan gagasan yang mendukung konsep panggung terbuka dengan alasan bahwa pemandangan yang dihasilkan akan sangat terbuka tanpa tertutupi oleh atap dan sangat memungkinkan untuk menciptakan suasana yang menyatu dengan alam sekitar. Selain itu keberadaan gugusan bintang yang sangat indah diatas Samudera Hindia menjadi alasan lain bagi pengelola untuk membiarkan panggung pementasan tetap dibiarkan terbuka. Wisatawan yang menonton Tari Kecak Uluwatu biasanya rela untuk berlama-lama berada di stage seusai pertunjukan hanya untuk menikmati pemandangan bintang-bintang yang begitu indah dilangit yang belum tentu mereka dapat nikmati dinegara tempat mereka berasal.

Walaupun kemudian stage Tari Kecak Uluwatu direnovasi dipenghujung tahun 2013, hanya dilakukan penataan lingkungan sekitar, mengganti tempat duduk dengan beton yang lebih solid tanpa ada menambahkan atap di atasnya. Tentunya dengan konsep panggung terbuka ini selain memberikan kelebihan-kelebihan seperti yang sudah ditulis diatas, juga menyisakan dampak dan pekerjaan tambahan bagi pengelola ketika dimusim hujan. Musim hujan yang biasanya datang dipenghujung tahun kerap membuat pengelola Tari Kecak Uluwatu untuk memindahkan pementasan ke indoor stage yang berada tidak jauh dari lokasi stage utama, namun memerlukan persiapan lebih untuk dapat pentas ditempat ini.

Tiket Kecak Uluwatu Online

Keuntungan booking tiket kecak Uluwatu online

tiket kecak Uluwatu online

tiket kecak Uluwatu online

Sebagai bentuk komitmen kami untuk terus mengahdirkan pelayanan yang sempurna, fasilitas online booking resmi diluncurkan diawal tahun 2014 ini. Dengan sistem online booking kami berharap dapat memberikayan pelayanan yang lebih personal, lebih cepat dan mampu memberikan kepuasan kepada semua kustomer kami. Online booking sangat kami rekomendasikan bagi anda yang ingin menikmati pertunjukan Tari Kecak Uluwatu.
Melalui online booking anda akan mendapatkan kemudahan-kemudahan yang tidak akan anda dapatkan jika membeli langsung di lokasi, diantaranya :
1.    Harga jauh lebih murah, harga tiket online dijual lebih murah dari harga publish atau harga yang kami jual di lokasi.
2.    Selalu ada harga khusus untuk group dan rombongan pelajar/mahasiswa atau kantor.
3.    Pelayanan lebih personal, anda akan dilayani langsung oleh pengurus Tari Kecak Uluwatu.
4.    Sangat mudah dilakukan, hanya dengan Bank Transfer anda sudah pasti dapat tiket Tari Kecak Uluwatu.
5.    Dapat dilakukan jauh-jauh hari untuk memastikan anda mendapat tiket yang terbatas, kapasitas tempat duduk kami ± 1400 Orang dan selalu penuh.
6.    Anda tidak perlu antre di counter tiket kami, dengan resiko berdesakan dengan para customer lain dan resiko tidak kebagian tiket karena terbatas.
7.    Voucher / Tiket online anda bisa dipakai kapan saja di bulan yang sama, harus dengan konfirmasi terlebih dahulu.
8.    Transaksi anda aman, fasilitas booking online sengaja dibuat oleh Pengelola Tari Kecak Uluwatu untuk memberikan kemudahan-kemudahan dan pelayanan yang lebih maksimal kepada setiap customer kami.

Tiket Kecak Uluwatu

Dimanakah Tiket Tari Kecak Uluwatu bisa dibeli?

Tiket Kecak Uluwatu

Tiket Kecak Uluwatu

Sejak awal pendirian Tari Kecak Uluwatu tahun 1999 silam. Kami telah melakukan kerja sama dengan beberapa travel agent atau usaha perjalanan wisata yang ada di Bali maupun luar Bali. Beberapa usaha perjalanan wisata yang telah bekerja sama dengan kami sejak awal pendirian telah  menghasilkan jutaan customer yang mengunjungi kami setiap tahunnya. Selain melakukan kerjasama resmi dengan beberapa usaha perjalanan wisata yang ada, hadirnya sopir atau guide freelance yang belakangan banyak membanjiri industry pariwisata Bali juga memberikan keuntungan tersendiri bagi Pengelola Tari Kecak Uluwatu, karena untuk keperluan promosi kawasan dan atraksi wisata tari kecak biasanya dilakukan dengan cuma-cuma oleh para sopir maupun guide freelance tersebut.
Untuk mendapatkan tiket Tari Kecak Uluwatu selain bisa diperoleh melalui perusahan perjalanan wisata/travel agent yang sudah bekerja sama dengan kami dapat pula di beli langsung dengan pengelola Tari Kecak di Uluwatu dengan cara memesan langsung di tiket konter Tari Kecak Uluwatu yang berada kawasan wisata Pura Uluwatu. Dengan membeli langsung di loker tiket kami di Pura Uluwatu maka harga yang akan anda peroleh adalah harga publish sebesar Rp. 100.000/orang untuk dewasa, sedangkan anak-anak dikenakan setengah harga yaitu Rp. 50.000/orang. Kategori dewasa dihitung dari umur penonton yang sudah memasuki umur 10 tahun ke atas maka akan dikenakan tiket dewasa, sedangkan bagi mereka yang masih berumur dibawah 10 tahun, maka masih dikenakan tiket anak-anak dan untuk kategori umur di bawah 2 tahun tidak dikenakan tiket masuk.
Untuk menghindari harga publish yang sedikit lebih mahal biasanya calon penonton akan memanfaatkan layanan booking online yang sudah secara resmi diluncurkan oleh pengelola Tari Kecak Uluwatu mulai bulan Januari 2014 ini. Dengan layanan online booking calon penonton dapat memesan tiket Tari Kecak Uluwatu jauh-jauh hari sebelum tanggal kedatangan, hal ini sengaja disiapkan untuk memberikan kemudahan-kemudahan bagi mereka yang hendak mengunjungi Pura Uluwatu dan menonton Tari Kecak Uluwatu. Dengan online booking maka harga tiket akan jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli tiket dilokasi ataupun ditempat lain.
Fasilitas online booking kami rekomendasikan mengingat belakangan banyak sekali agent maupun pihak-pihak lain yang mengaku sebagai pengelola Tari Kecak Uluwatu dan berusaha menjual tiket Kecak Uluwatu diluar yang sudah kami siapkan. Untuk mengantisipasi penipuan yang menggunakan nama Tari Kecak di Pura Uluwatu maka sangat kami sarankan untuk membeli Tiket Tarian Kecak Uluwatu melalui agen-agen resmi yang sudah kami tunjuk ataupun dapat dengan membeli langsung kepada kami melalui pembelian langsung di counter tiket yang sudah kami sediakan ataupu dapat memanfaatkan layanan online booking yang sudah kami siapkan. Transaksi anda akan jauh lebih aman jika menghubungi pengelola langsung untuk menhindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Wisatawan Ke Kawasan Wisata Pura Uluwatu

Tari Kecak Uluwatu meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Pura Uluwatu

Kawasan Wisata Pura di Uluwatu

Kawasan Wisata Pura Uluwatu

Bagaimanakah peran tari kecak di Uluwatu untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pura Uluwatu?
Titik perkembangan pariwisata Bali yang mulai bergerak ke arah yang lebih menjanjikan terjadi dalam kurun waktu antara tahun 1990 s/d 1999 dimana investasi besar-besaran mulai menjamah berbagai wilayah yang memiliki potensi pariwisata di Bali. Kehadiran beberapa investor yang mulai menanamkan modalnya dikurun waktu tersebut membuat pariwisata di Bali lebih bergeliat lagi, namun krisis moneter yang menerjang Indonesia pada tahun 1997 cukup membuat pariwisata Bali agak kelimpungan, dan patut disyukuri recovery terjadi sangat cepat dimana pada tahun 1999 tingkat kunjungan wisatawan kembali pada titik yang sangat menjanjikan.

Demikian pula yang terjadi pada Kawasan Wisata Pura Uluwatu, kembang surut iklim pariwisata membuat kawasan ini harus melewati masa-masa yang sangat sulit untuk mensejajarkan diri dengan destinasi wisata ditempat maupun negara lain yang menjadi destinasi wisata favorit para wisatawan. Kebangkitan pariwisata Bali yang kembali bergerak kearah yang lebih bagus pada tahun 1999 juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Pura Uluwatu. Pura Uluwatu yang merupakan kawasan suci bagi umat hindu ini juga dikembangkan sebagai salah satu tempat wisata yang disiapkan untuk para wisatawan yang berkunjung ke Bali. Pura Uluwatu yang mulai dikenal oleh wisatawan dari berbagai negara tersebut mulai ramai dukunjungi setiap harinya. Pura Uluwatu mulai dilirik oleh para wisatawan setelah beberapa penulis kemudian menceritakan pesona keindahan kawasan ini melalui tulisan-tulisan mereka yang tersebar di internet maupun surat  kabar lain.

Hal ini sangat menguntungkan Desa Adat Pecatu sebagai Pengelola Kawasan Wisata Uluwatu untuk melalukan gebrakan lain guna mendorong pertumbuhan wisatawan yang semakin besar. Melalui ide cemerlang masyarakat setempat yang tergabung di dalam Kelompok Dagang Pura Uluwatu mulailah dicetuskan ide untuk menambahkan sebuah atraksi wisata yang dapat dinikmati para wisatawan. Penambahan atraksi wisata ini dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah bagi kawasan, sehingga wisatwan yang datang berkunjung tidak hanya dapat mengamatai lebih dekat Pura Uluwatu namun juga dapat secara langsung bersentuhan dan mengenal budaya dan kesenian Bali. Tari kecak Bali kemudian dipilih sebagai atraksi wisata yang akan disiapkan untuk para wisatawan.

Sejak berdiri pada tahun 1999 Tari Kecak Uluwatu telah berhasil menyita perhatian dunia melalui dengan menghadirkan sebuah pementasan tari bali yang dikemas dengan sangat menghibur di Open Air Stage Pura Uluwatu. Pemilihan tari kecak Bali sebagai atraksi wisata dikawasan ini sangatlah tepat selain karena kecak merupakan tarian yang begitu unik dibandingkan dengan jenis tarian lain, juga sangat dibantu oleh lokasi stage yang sangat strategis dengan pemandangan yang menarik untuk dinikmati oleh para wisatawan. Hal inilah yang kemudian meyakinkan para travel agen untuk mulai membuka kran selebar-lebarnya untuk paket wisata Tari Kecak Uluwatu yang dirangkai dengan beberapa tempat wisata lainnya. Dengan kehadiran atraksi kecak di kawasan wisata Pura Uluwatu, para wisatawan memiliki alasan lebih untuk terus datang berkunjung, selain dapat mengamati lebih dekat keberadaan Pura di Uluwatu sebagai warisan sejarah Agama Hindu di Bali, kawasan wisata Pura Uluwatu juga menawarkan keindahan alam sekitar, dan tentunya Tari Kecak Uluwatu.

Kehadiran atraksi Tari Kecak yang dipentaskan setiap hari pada sore hari tersebut telah berhasil membuat lonjakan kedatangan wisatawan yang berkunjung pada sore harinya. Kebanyakan wisatawan memilih untuk berkunjung ke Pura di Uluwatu pada waktu sore hari, selain karena pemandangan disekitar dan sunset, kehadiran atraksi Tari Kecak Uluwatu juga mampu menjadi alasan lain bagi wisatawan untuk memilih waktu berkunjung di sore hari. Ribuan penonton yang selalu memadati Uluwatu Open Air Stage adalah bukti nyata kontribusi Kecak dance Uluwatu untuk mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung ke Uluwatu.

Sesuai dengan data yang diberikan oleh pengelola setempat, jumlah kunjungan wisatawan semakin meningkat sejak ditambahkannya atraksi tari kecak di Pura Uluwatu, rata-rata kunjungan wisatawan ke Uluwatu Bali sebelum adanya Tari Kecak adalah berkisar antara 700 orang sampai dengan 1000 orang setiap harinya, namun semenjak Tari Kecak hadir menjadi atraksi wisata yang dapat dinikmati oleh para wisatawan lonjakan kedatangan wisatawan berkisar di angka 2500 orang sampai dengan 3000 orang setiap harinya. Hal ini menjadi keuntungan bagi pengelola kawasan wisata Pura Uluwatu dan tentunya bagi pemerintah Kabupaten Badung dalam meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui tempat wisata yang satu ini.

Tari Kecak di Uluwatu

Tari Kecak di Uluwatu dalam usaha penyelamatan lingkungan

Tari Kecak di Uluwatu

Tari Kecak di Uluwatu

Bagaimanakah peran Tari Kecak di Uluwatu dalam usaha penyelamatan lingkungan dan pengelolaan sampah di Kawasan Wisata Pura Uluwatu?
Sebagai sebuah perkumpulan seni yang menggantungkan penghasilan anggotanya melalui pergelaran pertunjukkan kesenian di kawasan Pura yang ada di Uluwatu, Tari Kecak di Uluwatu memiliki komitmen untuk berperan aktif dalam mendorong anggotanya dengan melakukan kegiatan kebersihan secara rutin dikawasan ini. Selain menjaga kebersihan di areal Open Air Stage Pura Uluwatu anggota Tari Kecak di Uluwatu juga diharuskan untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar Pura di Uluwatu.

Beberapa tindakan nyata penyelamatan lingkungan dan pengelolaan sampah yang telah dilakukan dan merupakan agenda tetap Tari Kecak di Uluwatu antara lain:

1.    Melakukan kegiatan gotong royong secara rutin yang diadakan setiap sebulan sekali secara bergiliran. Kegiatan yang dilakukan setiap bulannya ini merupakan sebuah komitmen Tari Kecak di Uluwatu untuk penyelamatan lingkungan dan menjaga warisan budaya leluhur berupa Pura yang secara turun temurun diwariskan kepada masyarakat adat Desa Pecatu untuk dijaga kelestariannya. Dengan melakukan kegiatan gotong royong secara rutin setiap bulannya, Tari Kecak di Uluwatu telah berperan akftif dalam usaha penyelamatan lingkungan sekitar yang selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan.
2.    Berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong yang diadakan setiap 6 bulan sekali pada saat odalan (upacara) di areal Pura, kegiatan ini biasanya diadakan pada hari minggu 2 hari sebelum upacara berlangsung yang biasanya jatuh pada hari selasa. Dan diikuti oleh group kecak yang lainnya setelah upacara berakhir untuk melakukan kegiatan pembersihan kawasan Pura Uluwatu dari sisa-sisa sampah yang berasal dari kegiatan upacara.
3.    Berpartisipasi dalam pengadaan tempat sampah diseputar Kawasan Wisata Pura Uluwatu. Kegiatan pengadaan tempat sampah berupa tong-tong sampah yang disebar diseluruh kawasan dimaksudkan untuk mengundang partisipasi pengunjung atau wisatawan untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
4.    Pemasangan papan peringatan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pada titik-titik tertentu disekitar kawasan wisata Uluwatu telah dipasangi papan peringatan berupa larangan untuk membuang sampah secara sembarangan. Papan yang dibuat khusus sebagi peringatan dini kepada setiap orang yang berada di kawasan wisata Pura untuk tidak mengotori kawasan pura dengan membuang sampah pada tempat-tempat yang sudah disediakan.
5.    Membangun budaya malu membuang sampah sembarangan kepada seluruh anggota Tari Kecak di Uluwatu melalui aturan internal dimana mereka yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda dan sanksi.
6.    Selalu konsisten menyelipkan pengarahan kepada seluruh anggota pada rapat-rapat anggota Tari Kecak di Uluwatu untuk senantiasa berperan aktif dalam hal penyelamatan lingkungan dengan tidak membuang sampah secara sembarangan dan mengembangkan budaya pungut sampah ketika melintas dikawasan Pura Uluwatu.

Beragam tindakan dan aksi nyata yang telah dilakukan oleh Tari Kecak di Uluwatu telah menjadi sebuah kebiasaan dan budaya yang terus dikembangkan untuk tetap berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekitar. Hal ini tentunya sangat sejalan dengan prioritas pembangunan Desa adat Pecatu sebagai pemerintah desa yang mewilayahi kawasan ini untuk focus di tahun 2014 ini terhadap penanggulangan dan pengelolaan sampah untuk lingkungan yang bersih dan sehat.

Komitmen Tari Kecak di Uluwatu di Tahun 2014 terhadap pengelolalan sampah juga telah dibuktikan dengan mengikutsertakan seluruh anggota dalam kegiatan gotong royong peduli sampah plastic yang dilakukan dengan menggandeng anggota Koramil setempat dan perusahaan PT. Buyer Indonesia yang merupakan perusahan farmasi di Jakarta untuk bersama-sama melakukan aksi kebersihan pada awal tahun 2014 ini.

Pura Uluwatu

Apakah wanita haid bisa memasuki areal Pura Uluwatu?

Pura Uluwatu

Pura Uluwatu

Kawasan wisata Pura Uluwatu merupakan kawasan suci yang juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata di Bali, Pura di Uluwatu Bali merupakan salah satu dari 6 Pura Sad Khayangan di Bali, pura ini merupakan salah satu pura umum yang dipakai untuk memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Rudra oleh karena itu Pura Uluwatu sangat disucikan oleh umat Agama Hindu di Bali.

Sebagai kawasan suci yang dikembangkan sebagai daya tarik wisata, terdapat beberapa larangan dan pantangan bagi siapa saja yang hendak mengunjungi Pura pura di Bali. Diantara larangan dan pantangan tersebut adalah larangan bagi wanita yang sedang haid untuk memasuki areal Pura Uluwatu, larangan untuk memasuki areal Pura ditujukkan kepada pengunjung wanita yang sedang haid untuk tidak naik memasuki areal Pura. Areal pura yang terbagi tiga tersebut meliputi: Area luar yang disebut jaba sisi meliputi sisi luar pura yaiti areal seputar tangga utama dan Pura Penyawang Jurit Uluwatu. Jaba sisi atau areal terluar ini dipisahkan oleh tangga dijalur utama jalan setapak Pura. Khusus bagi wisatawan yang berkunjung ke Pura Bali biasanya hanya diperbolehkan melintas dan melihat dari batas paling dalam jaba sisi yang dipisahkan oleh tembok dan candi pura sebelum kita memasuki jaba tengah (area tengah) Pura Uluwatu. Jaba tengah dan jaba dalem (area utama) hanya bisa diakses oleh para umat yang melakukan kegiatan persembahyangan.

Area Open Air Stage Pura Uluwatu

Karena lokasi Open Air Stage Pura Uluwatu berada di dalam kawasan wisata Pura,  sering membuat para wisatawan bingung untuk membuat tafsir apakah dibolehkan para wanita haid memasuki kawasan wisata Pura Uluwatu. Pada saat wisatawan membeli tiket masuk kawasan, petugas akan sangat senang memberikan anda penjelasan tentang larangan dan apa saja yang diperbolehkan selama mengunjungi tempat ini. Khusus bagi wanita haid, secara tegas ditulis dipapan pengumuman untuk tidak memasuki area pura namun hanya diperbolehkan menyusuri pinggiran luar area pura yang berupa jalan setapak disepanjang pinggir tebing disisi kanan dan kiri Pura.

Hal ini memungkinkan bagi wanita yang sedang haid untuk tetap datang mengunjungi Pura Uluwatu dan menonton Tarian Kecak Uluwatu, tentunya hanya disisi paloing luar area pura. Lokasi stage tempat pertunjukan Tari Kecak Uluwatu berada disisi luar paling selatan dari Pura Uluwatu. Stage yang dibangun disisi tebing selatan Pura ini memungkinkan untuk tetap dikunjungi bagi wanita yang sedang haid, dengan catatan bahwa mereka tidak memasuki area pura. Hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga kesucian area Pura yang merupakan tempat peribdatan bagi umat Hindu di Bali. Walaupun Pura seluas-luasnya telah dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata, namun Peran serta pengunjung dan wisatawan untu menjaga kesucian kawasan ini sangat diharapkan. Begitu pula pihak agen perjalanan dan para pemandu wisata diharapkan untuk berpartisipasi dalam menginformasikan hal terkait kepada para wisatawannya dalam kunjungannya ke pura Uluwatu.

Tiket Tarian Kecak Uluwatu

Apakah Tiket Tarian Kecak Uluwatu bisa di pesan secara online?

Tiket Tari Kecak Uluwatu

Tiket Tari Kecak Uluwatu

Sebagai bentuk komitmen pengelola Tarian Kecak Uluwatu untuk terus menghadirkan kemudahan-kemudahan bagi para wisatawan yang hendak mengunjungi Pura Uluwatu dan menonton Tarian Kecak Uluwatu, sejak awal tahun 2014 pengelola Tari Kecak di Uluwatu telah meluncurkan layanan pembelian tiket secara online. Layanan online booking ini diluncurkan dalam rangka untuk memenuhi beragam permintaan para wisatawan yang sebelumnya telah menonton pertunjukkan tari kecak di Pura Uluwatu.

Untuk memenuhi berbagai permintaan yang disampaikan oleh para wisatawan tersebut, maka oleh pengelolan Tarian Kecak Uluwatu maka mulai tahun 2014 disiapkan website khusus yang bertjujan untuk melengkapi informasi para wisatawan yang berkunjung ke Pura Uluwatu dengan beragam informasi yang terkait dengan wisata Pura Uluwatu dan tentunya informasi yang terkait dengan Tarian Kecak di Uluwatu. Website yang dikelola langsung oleh pengelola kecak dance Uluwatu ini merupakan website resmi sebagai official website yang dibuat secara khusus untuk memberikan pelayanan lebih kepada semua calon customer yang mau menonton.

Tiket Tari Kecak Uluwatu dapat dibeli dengan menghubungi pengelola kami melalui nomer telepon dan alamat email yang sudah dicantumkan di website www.uluwatukecakdance.com setelah mendapat permintaan pengadaan online tiket maka oleh sales Tarian Kecak Uluwatu, mereka yang memesan tiket akan diminta untuk melengkapi pembayaran sejumlah tiket tersebut dengan melakukan bank transfer ke nomer rekening yang sudah disiapkan. Pembayaran dengan bank transfer ini selain sangat mudah juga sangat aman dilakukan. Setelah pembayaran dilengkapi, oleh pengelola, maka voucher Tari Kecak Uluwatu akan dikirim melalui email ataupun dapat diantarka langsung ke hotel tempat wisatawan menginap. Hanya dengan menggunakan voucher yang telah dikirimkan sebelumnya maka wisatawan sudah dapat menonton Tari Kecak Uluwatu. Voucher untuk ditunjukkan di tiket konter Tarian Kecak Uluwatu untuk mendapatakan pelayanan selanjutnya.

Pesan tiket Tarian Kecak Uluwatu secara online

Layanan online booking memberikan banyak kemudahan bagi mereka yang ingin membeli Tiket Tarian Kecak di Bali, selain karena proses yang begitu cepat dan mudah calon penonton juga akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan tiket yang dijual sangat terbatas. Online tiket juga dijual lebih murah dari harga publish atau harga yang harus dibayarkan dilokasi tanpa melalukan pemesanan terlebih dahulu. Dengan online tiket penonton juga mendapat pelayanan lebih dan sangat personal karena akan langsung dilayani oleh pengelola Tarian Kecak Uluwatu Bali melalui fasilitas telepon, sms, email bahkan bisa di akses melalui fasilitas BBM atau Blackberry Messenger. Dengan kehadiran layanan online booking ini kami telah berhasil membantu ribuan customer yang menghubungi kami setiap harinya, tentunya kesiapan team sales kami dalam menyiapkan berbagai permintaan/pemesanan yang masuk ke meja kerja kami betul-betul diuji setelah fasilitas layanan ini diluncurkan.

Tari Kecak Uluwatu Ketika Hujan

Apakah Tari Kecak Uluwatu tetap pentas ketika hujan?

Tari Kecak Uluwatu Ketika Hujan

Tari Kecak Uluwatu Ketika Hujan

Sebagai daerah tropis Pulau Bali juga memiliki dua musim berbeda seperti halnya pulau-pulau lain yang membentuk kepulauan Republik Indonesia. Musim hujan yang terjadi pada bulan November sampai dengan Maret selalu menjadi ketakutan tersendiri bagi pengelola Tari Kecak Uluwatu. Hal ini tentunya karena konsep panggung tempat pertunjukan yang dibuat tanpa atap sering menyulitkan pengelola untuk tetap memaksa pentas di stage utama.

Karena alasan untuk mempertahankan keaslian tempat dan lingkungan disekitar dengan menciptakan suasana yang menyatu dengan alam sekitar maka panggung pertunjukkan sengaja dibuat tetap terbuka, hal inilah yang kemudian mendorong pengelola Tari Kecak Uluwatu untuk memikirkan alternative lain agar pertunjukan tetap bisa dilaksanakan. Melalui pendekatan-pendekatan dengan desa adat setempat dan pihak Puri Jero Kuta sebagai pengempon Pura Uluwatu maka disepakati bahwa Wantilan Jaba Sisi (bangunan besar yang terletak dibawah tangga keluar Pura Uluwatu) menjadi alternative yang bisa digunakan sebagai tempat pertunjukan. Wantilan yang biasanya dipakai untuk tempat beristirahat bagi mereka yang datang bersembahyang ke Pura Uluwatu ini dimanfaatkan sebagai stage pengganti jika hujan.

Bangunan wantilan ini terletak diujung bawah tangga tempat turun disis kana Pura Uluwatu, Bangunan pada mulanya dibuat hanya untuk menampung para umat yang datang selama odalan (upacara) berlangsung, tempat ini biasanya dipakai untuk tempat menginap bagi mereka yang datang untuk ngayah selama upacara berlangsung. Selain itu biasanya juga dimanfaatkan oleh para wisatawan yang kelelahan setelah berjalan mengelilingi pura atau tebing yang berada dikawasan Pura Uluwatu.

Bangunan wantilan ini memiliki lantai dasar yang memanjang dengan ukuran ± 6 X 15 meter memiliki lantai yang berundak disisi luar kanan dan kirinya. Dengan kondisi lantai yang seperti itu oleh pengelola sering disulap menjadi sebuah panggung yang unik dengan ditambahkan beberapa kursi sebagai tempat duduk wisatawan. Kondisi yang agak sempit ini hanya menghasilkan tempat duduk yang kurang dari 300 orang. Bangunan yang dibuat seperti balai pertemuan ini memiliki konstruksi yang sangat kuat dan atap yang betingkat sehingga kalau kita menoleh kebagian plafon atas akan tampak sekali konsep balai pertemuan yang biasa kita sering temukan dibeberapa banjar yang ada di Bali. Pad bagian depan bangunan wantilan ini ditambahkan taman dan kolam yang biasa dipakai oleh kumpulan kera yang berada dikawasan Pura Uluwatu untuk sekedar minum air maupun berenang kesana-kesini dengan lucunya, hal ini menjadi pemandangan yang sangat unik yang biasa dilihat oleh para wisatawan yang melintas. Penambahan patung kera yang sangat besar ditempatkan paling ujung kolam sehingga mampu menambah kesan kolam tersebut merupakan tempat yang sengaja disiapkan untuk para kera.

Komitmen Dalam Meningkatkan Pelayanan

Komitmen Dalam Meningkatkan Pelayanan

Komitmen Dalam Meningkatkan Pelayanan

Apakah Tari Kecak Uluwatu memiliki komitmen dalam meningkatkan pelayanan?
Tari Kecak Uluwatu adalah sebuah kelompok kesenian yang dikelola secara professional dan selalu bersentuhan langsung dengan customer yang berasal dari berbagai negara. Hal ini mendorong pengelola Tari Kecak Uluwatu untuk terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang disiapkan kepada seluruh customer. Selain focus terhadap peningkatan pelayanan pengelola juga senantiasa melakukan evaluasi terhadap kualitas pementasan. Karena pelayanan dan kualitas pementasan tentunya menjadi 2 hal pokok yang akan membuat para wisatawan untuk terus berkunjung ke Pura Uluwatu dan menonton Tari Kecak Uluwatu. Berikut adalah beberapa hal dan tindakan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengunjung yang menonton Tari Kecak Uluwatu antara lain :

1.    Penambahan staff penjualan yang ditempatkan di tiket konter Tari Kecak Uluwatu. Dengan ditambahkannya tenaga penjual di konter tiket diharapkan mampu melayani luberan calon penonton maupun para pemandu wisata yang biasanya memadati konter tiket untuk membeli tiket pada jam-jam awal ketika loket baru dibuka.
2.    Penambahan tenaga/staff yang ditempatkan di stage untuk membantu tamu/wisatawan dalam memilih tempat duduk yang sesuai dengan keinginan mereka.
3.    Penambahan besi pemisah antara petugas konter dan calon customer yang dimaksudkan untuk menghindari calon pembeli berdesak-desakan ketika membeli tiket Tari Kecak Uluwatu.
4.    Memberikan kursus bahasa asing dan kursus tentang cara pelayanan didunia hospitality kepada seluruh petugas konter tiket dan petugas stage agar senatiasa tanggap terhadap keinginan wisatawan yang menonton Tari Kecak Uluwatu.
5.    Membuka kran selebar-lebarnya bagi travel agent dan usaha perjalanan wisata lainnya untuk melakukan kerja sama dalam hal mendatangkan wisatawan ke Pura Uluwatu dan khususnya meningkatkan kunjungan wisatawan untuk menonton Tari Kecak Uluwatu.
6.    Peluncuran website resmi Tari Kecak Uluwatu, www.uluwatukecakdance.com yang diluncurkan awal tahun 2014 untuk memberikan informasi tentang wisata Pura Uluwatu dan informasi tentang Tari Kecak Uluwatu.
7.    Peluncuran layanan online booking yang merupakan layanan terbaru Tari Kecak Uluwatu untuk menyediakan pemesanan tiket Tari Kecak Uluwatu secara online.
8.    ¬Melengkapi tenaga keamanan dan seluruh petugas dilapangan dengan handy talky yang digunakan sebagai alat komunikasi selama pertunjukkan berlangsung.
9.    Melengkapi petugas keamanan dengan metal detector yang bertujuan untuk mendeteksi sedini mungkin ancaman dan gangguan keamanan selama pertunjukan.
10.    Menyediakan MC atau pembawa acara dalam beberapa bahasa, yang khusus bertugas memberikan penjelasan ringkas tentang tari kecak dan cerita yang dibawakan ataupun untuk memberikan apresiasi khusus kepada wisatawan tertentu, group atau rombongan maupun tamu kenegaraan / VIP.
11.    Melakukan renovasi stage yang dilakukan pada Bulan Agustus 2013 dan direncanakan berkahir pada Bulan Pebruari 2014 dengan melakukan penambahan kapasitas tempat duduk yang mencapai 1400 tempat duduk.
12.    Penambahan toilet di areal stage untuk mengantisipasi lonjakan penonton yang memakai fasilitas toilet.
13.    Menyediakan flayer atau ringkasan cerita Ramayana dalam beberapa bahasa negara yang berbeda.
14.    Menyiapkan peralatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) atau First Aid kit.
15.    Menyiapkan questioner atau comment card yang bertujuan untuk menginventaris beragam keluhan dan pengalaman wisatawan selama menonton Tari Kecak Uluwatu.

Keseluruhan tindakan nyata yang telah dilakukan di atas adalah bukti bagaimana Tari Kecak Uluwatu selalu focus dalam memberikan yang terbaik kepada setiap customer yang datang. Hal inilah yang kemudian banyak menghasilkan repeater customer yang berkali-kali datang hanya untuk menyaksikan Tari Kecak Uluwatu.

Kawasan Wisata Pura Uluwatu

Apa saja yang anda bisa temukan dikawasan wisata Pura Uluwatu?

Kawasan wisata Pura Uluwatu

Kawasan wisata Pura Uluwatu

Kawasan wisata Pura Uluwatu terdiri dari : Lahan Parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan umat Hindu yang hendak bersembahyang kepura ini ataupun kendaraan pariwisata yang mengunjungi kawasan ini. Lahan parkir yang terletak disisi sebelah timur kawasan ini juga dibangun beberapa kios pedagang yang dikelola oleh Desa Pecatu. Pada Deretan kios ini dapat anda temukan pedagang yang menjual makanan dan minuman mapun barang-barang souvenir yang dapat anda pakai sebagai oleh-oleh ketika pulang dari liburan. Untuk memasuki kawasan Pura Uluwatu kita harus untuk berjalan kaki ± 100 Meter dari parkir sebelum mencapai anak tangga pertama dari Pura Uluwatu. melewati kawasan hutan yang sering disebut dengan nama alas kekeran. Setelah berjalan kurang lebih 10 menit anda akan melihat sebuah pura yang teletak paling bawah disebelah tangga utama yang merupakan Pura Penyawang Jurit Uluwatu yang dibangun untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan umat Hindu yang biasanya sangat padat pada saat upacara berlangsung. Pura Penyawang Jurit Uluwatu dibangun dengan lebih luas dari Pura Jurit yang sejatinya berada di atas, hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para agar dapat dengan leluasa bersembahyang tanpa harus berdesak-desakan.

Setelah melewati Pura Penyawang Jurit Uluwatu anda akan diajak menyusuri anak tangga yang berjumlah kurang lbih 60 anak tangga untuk mencapai areal luar pura, di sisi paling luar Pura Uluwatu setelah anda sampai pada anak tangga paling atas maka disisi kanan anda akan temukan sebuah bangunan yang disebut Bale Perantenan atau Balai Peristirahatan. Bangunan panjang ini sebagian dipakai sebagai dapur suci untuk kegiatan memasak makanan selama upacara berlangsung dan disisi lain dimanfaatkan sebagai pos jaga oleh pecalang atau petugas yang bertugas mengawasi keadaan pura. Selain itu disisi ini juga berdiri Bale Kulkul yaitu sebuah bale tinngi yang menyerupai sebuah menara yang dipakai untuk menggantungkan Kulkul yaitu sebuah alat komunikasi sederhana yang terbuat dari kayu dan hanya dibunyikan pada saat upacara-upacara besar saja.

Jika anda menoleh ke kanan Setelah mencapai anak tangga paling atas maka pada sisi ini juga akan anda temukan sebuah bangunan yang disebut Bale Gong yaitu sebuah bangunan yang dulu diperuntukkan sebagai tempat para penabuh alat music gamelan, disamping bangunan ini anda akan menemukan anak tangga yang menghubungkan sisi luar pura dengan Pura Juri Uluwatu. Pura Jurit Uluwatu merupakan pura pertama yang harus dikunjungi oleh para umat Hindu yang akan bersembahyang ke Pura ini. Di Pura ini konon juga dipakai oleh Dang Hyang Niratha yang merupakan seorang pendeta suci dari tanah jawa untuk moksa atau bersatu dengan Tuhan. Banyak cerita yang berkembang dimasyarakat Hindu Bali bahwa di pura inilah kilatan cahaya yang muncul dari tubuh beliau melesat ke angkasa seiring dengan menghilangnya tubuh sang pendeta.

Setelah melewati Pura Jurit Uluwatu anda akan melewati sisi tengah pura yang sering disebut dengan Jaba Tengah, disisi kanan pada halaman luas yang memanjang ini anda akan melihat sebuah bangunan yang disebut Bale Gong atau balai tempat para penabuh gamelan berada selama upacara berlangsung. Sedangkan pada sisi kirinya pada bagian yang agak tinggi adalah tempat dimana terdapat sebuah bak besar penampungan air suci yang biasanya dipakai sebagai air tirtha, konon bak penampungan ini tidak pernah kering sekalipun dimusim kemarau.

Diujung depan halaman terdapat sebuah gapura besar yang dipercaya merupakan hasil kerajinan seni pahat di abad ke XI, bangunan gapura ini disebut dengan Candi Kurung dan dipercaya merupakan warisan kebudayaan yang tidak ternilai harganya dari abad tersebut. Candi Kurung menghubungkan antara sisi tengah / Jaba tengah pura dengan pura utama yang disebut Pura Dalem Uluwatu, Pura Dalem Uluwatu ini berada pada ujung batu karang yang menjorok ketengah lautan. Ketika baru memasuki areal dalem pura, anda akan melihat sebuah susunan batu cadas yang sengaja tidak dihilangkan dimana anda dapat temukan patung Dewa Tri Murti (Brahma, Wisnu, Ciwa). Dan bangunan pokok yang berupa meru tumpang tiga tempat memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Rudra.

Untuk kembali ke luar, anda harus melewati kembali sisi tengah atau jaba tengah pura kemudian mengambil jalan keluar yang menyusur pinggiran tebing dimana anda akan disuguhi hamparan laut yang merupakan Samudera Hindia dan susunan tebing yang begitu indah disepanjang sisi kawasan ini. Menuruni beberapa anak tangga anda akan melihat sebuah bangunan besar berupa wantilan tempat para umat beristirahat, bangunan ini juga dimanfaatkan oleh Tari Kecak Uluwatu untuk pentas jikalau stage utama tidak dipakai karena hujan.

Setelah melewati wantilan ini anda bisa langsung saja kembali menyusuri jalan untuk kembali ke areal parkir, namun jika anda mempunyai sedikit lebih waktu akan sangat disayangkan jika anda tidak menyusuri pinggiran tebing dikedua sisi yang ada dimana telah ditata dengan jalan setapak  dan sering dimanfaatkan untu melakukan trekking dengan menyusuri pinggiran tebing kawasan ini. Selain itu tentunya akan sangat saying jika anda melewatkan pementasan Tari Kecak Uluwatu atau yang dikenal oleh para bule dengan sebutan Uluwatu Kecak Dance yang pentas setiap jam 18:00 sore harinya. Sambil menonton Tari Kecak Uluwatu anda dapat menyaksikan pemandangan alam sekitar dari tempat duduk anda. Stage yang dibangun dengan konsep terbuka ini memungkinkan anda melihat alam sekitar, tebing, lautan dah bahkan Pura Uluwatu yang Nampak dari kejauhan serta momen dimana matahari akan kembali keperaduanya atau lebih dikenal dengan sebutan sunset.

Tari Kecak Uluwatu Peduli Sampah

Aksi peduli sampah plastik PT. Buyer Indonesia dan Tari Kecak Uluwatu di kawasan wisata Pura Uluwatu.

Tari Kecak Uluwatu Peduli Sampah

Tari Kecak Uluwatu Peduli Sampah

Kegiatan aksi pengumpulan sampah plastik yang tercecer di seputaran Kawasan Wisata Pura Uluwatu dilakukan pada awal bulan Januari 2014 ini melibatkan PT. Buyer Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan farmasi di Indonesia dan Tari Kecak Uluwatu. Kegiatan berlangsung dari jam 16:00 sore sampai dengan 17:30 ini menyasar sudut-sudut tersembunyi dikawasan Pura Uluwatu.

Kegiatan yang difasilitasi oleh pemerintah Desa Pecatu ini merupakan sebuah aksi nyata dari PT. Buyer Indonesia  sebagai sebuah perusahaan Farmasi yang berkantor di Jakarta. Kegiatan yang melibatkan beberapa karyawan PT. Buyer Indonesia ini sengaja memilih Bali sebagai tempat untuk melakukan aksi sosial ini karena sekalian dirangkaikan dalam kegiatan outing dan meeting yang dikemas dalam kegiatan wisata dan penyelamatan lingkungan.

Mengenal lebih dalam Pura dan tari kecak Uluwatu

Selain melakukan aksi pengumpulan sampah plastic diseputaran kawasan wisata Pura Uluwatu kegiatan ini juga merupakan perjalanan wisata para karyawan dan staff untuk mengunjungi dan mengamati lebih dekat keberadaan Pura Uluwatu sebagai salah satu warisan budaya nusantara yang masih dijaga kelestariannya. Aksi sosial ini mendapat sambutan yang luar biasa oleh pengelola kawasan Wisata Pura Uluwatu dengan bersama-sama mengundang partisipasi Tari Kecak Uluwatu dalam aksi ini. Begitu pula Kepala Desa Pecatu, Bpk. I Made Karyana Yadnya, SH yang secara langsung datang memantau aksi ini juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi bagi PT. Buyer Indonesia karena sudah bersedia datang mengunjungi Pura Uluwatu dan sekaligus melakukan aksi kebersihan di sekitar kawasan.

Setelah melakukan aksi kebersihan, kegiatan selanjutnya dirangkaikan dengan menonton pertunjukan Tari Kecak Uluwatu yang dipentaskan setiap jam 16:00 sampai dengan jam 19:00. Seluruh peserta aksi nampaknya sangat antusias menonton pertunjukan ini terbukti dengan tepuk tangan mereka disepanjang pertunjukkan dan beberapa peserta aksi Nampak sangat sabar menunggu kesempatan berphoto dengan para penari seusai pertunjukkan. Apalagi kemudian oleh MC Tari Kecak Uluwatu sebelum pertunjukkan dimulai telah secara khusus menyampaikan titipan pesan Kepala Desa Pecatu mewakili pemerintah Desa Pecatu dan segenap masyarakat Pecatu yang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas ide dan inisiatif dari perusahan untuk terlibat langsung dalam kegiatan aksi penyelamatan lingkungan. Dihadapan seluruh penonton yang berjumlah lebih dari seribu orang MC dengan jelas menyebutkan PT. Buyer Indonesia yang telah berperan aktif dalam aksi sosial tersebut.

Bpk. I Made Sutanaya adalah ketua tari kecak Uluwatu

Ketua Tari Kecak Uluwatu, Bpk. I Made Sutanaya dalam kesempatan tersebut seusai pertunjukkan secara khusus kembali mendatangi rombongan peserta kasi untuk menyampaikan terima kasih atas apa yang dilakukan PT Buyer Indonesia untuk lingkungan dikawasan wisata Pura Uluwatu. Menurut Bpk.  I Made Sutanaya kegiatan semacam ini kemungkinan akan menjadi trend wisata selanjutnya bagi wisawatan MICE yang akan mengunjungi Bali, selain melakukan kegiatan perjalanan wisata juga bisa dirangkaikan dengan melakukan aksi-aksi nyata untuk penyelamatan lingkungan pada destinasi wisata yang dikunjungi.

Cerita Tari Kecak Uluwatu

Cerita Tari Kecak Uluwatu

Cerita Tari Kecak Uluwatu

Uluwatu Kecak Dance atau oleh wisatawan domestik lebih dikenal dengan nama Tari Kecak Uluwatu adalah sebuah perkumpulan kelompok seni masyarakat Desa Pecatu, Denpasar-Bali. Desa paling ujung selatan dari pulau Bali ini merupakan sebuah desa yang sangat terkenal dengan objek wisata andalan yaitu Pura Uluwatu, desa ini juga terkenal dengan tempat dimana banyak hotel & fasilitas wisata berada. Lokasi yang sangat strategis dengan keindahan alam yang luar biasa membuat desa ini dipilih oleh para investor untuk menanamkan modal usahanya, contohlah Bulgari Hotels & Resorts, Bali, Alila Villas Uluwatu, The Istana, Tirtha Bali, The Edge, The Khayangan estate dan masih banyak lagi hotel maupun wedding venue yang dapat and temui di desa satu ini.

Uluwatu Kecak Dance dipentaskan disebuah panggung terbuka/outdoor yang berbentuk lingkaran tepat disebelah Pura Uluwatu. Pemandangan tebing yang begitu sangat mempesona ditambah dengan panorama sunset yang begitu indah membuat tempat ini menjadi sangat terkenal bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Pertunjukkan tari kecak uluwatu menjadi sangat spesial selain karena dipentaskan dikawasan yang begitu sakral bagi umat Hindu di Bali, juga karena posisi stage atau panggung tempat pertunjukan berlangsung juga sangat spektakuler. Stage yang dibangun dengan kapasitas ± 1400 orang ini siap memberikan anda sebuah pemandangan sore yang sangat menakjubkan, dimana diatas tebing yang menjorok ke tengah laut, kurang lebih 150 meter dari permukaan laut berdiri kokoh sebuah pura yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi yaitu Pura Uluwatu yang dibangun pada abad ke XI. Disamping kanan dan kiri pura,mata anda akan dimanjakan oleh pemandangan tebing yang begitu indah menambah kekaguman kita kepada Tuhan sang pencipta. Tingkah polah para kera yang hidup bebas & liar disekitar pura juga akan menjadi hal yang sangat menarik untuk anda amati, hanya perlu berhati-hati untuk tidak terlalu dekat dengan kera-kera tersebut karena terkadang dengan sifat binatangnya mereka suka mencuri sesuatu yang dianggap menarik sperti topi, kacamata, atapun anting.

Cerita Ramayana dipilih oleh Tari Kecak Uluwatu untuk menjadi lakon atau cerita pementasan, diceritakan seorang Raja yang begitu sangat bijaksana bernama Sang Rama Dewa sedang berusaha menyelamatan permaisurinya yang bernama Dewi Sita yang diculik oleh seorang raja raksasa yang sangat jahat bernama Rahwana. Perjalanan yang panjang dan sangat berbahaya kemudian ditempuh oleh Sang Rama Dewa dengan ditemani oleh adiknya yang bernama Laksamana.

Diceritakan pula ketika Raja Rahwana menculik Dewi Sita, didalam perjalanannya dilihat oleh Sang Jatayu, seekor burung Garuda yang merupakan sahabat dari Sang Rama Dewa. Ketika Jatayu mengetahui bahwa wanita yang sedang diculik oleh Rahwana adalah permaisuri dari sahabatny yaitu Sang Rama Dewa, maka burung Jatayu pun berusaha menyelamatkan sang permaisuri. Namun karena kesaktian Rahwana melebihi Jatayu, maka Jatayu dapat dikalahkan.

Pada bagian selanjutnya diceritakan kembali perjalanan Sang Rama Dewa yang hanya ditemani oleh adiknya Laksamana kemudian bertemu dengan Sang hanoman, seorang panglima perang pasukan kera yang merupakan keponakan dari seorang raja kera bernama Sugriwa. Karena pernah merasa berhutang budi kepada sang Rama Dewa, pasukan kera yang dipimpin oleh panglima perang Hanoman dan Raja Sugriwa bersedia membantu Sang Rama Dewa untuk merebut kembali permaisurinya. Karena kesaktiannya kera putih Hanoman dapat menyusup kedalam istana Raja Rahwana dan kemudian menemui Dewi Sita. Bagimana kemudian dengan kesaktiannya, Kera Putih Hanoman kemudian membakar istana Raja Rahwana yang didalam pementasan kecak diilustrasikan dengan fire dance. Dimana Hanoman kemudian ditangkap dan dibakar oleh para prajurit Rahwana yang semuanya adalah para raksasa. Perjuangan Hanoman dalam membantu Rama Dewa untuk mendapatkan permaisurinya kembali, menjadi sebuah cerita dan tarian yang sangat menarik untuk anda nikmati. Didalam pementasan juga akan muncul beberapa karakter lain yang menarik untuk anda amati lebih dalam karena dibawakan oleh pemuda-pemudi masyarakat Pecatu yang begitu lemah gemulai dalam membawakan karakternya masing-masing.

Anda akan melihat kurang lebih 70 orang laki-laki yang membentuk lingkaran ditengah-tengah stage dimana para penari akan membawakan cerita Ramayana tersebut. Ornamen kain kotak-kotak hitam-putih yang menjadi ciri khas penari kecak membuat kesan sakral pada cerita yang dibawakan dan dapat membius ribuan penonton yang selalu memadati tempat ini. Pemakian hiasan dan ornament lain dalam pakian penari pada setiap karakternya juga akan menjadi hal yang sangat menarik untuk diamati atau sekedar di photo oleh para wisatawan.

Bukan itu saja, ketika pementasan baru berjalan kurang lebih 20 menit adalah saat dimana matahari akan kembali keperaduannya dibelakang Samudra Hindia yang membentang luas di depan stage kecak uluwatu, pemandangan lembayung senja kemerahan dan sunset yang begitu sangat romantic dapat anda nikmati tanpa harus bergeser atau beranjak dari tempat anda menonton.
Cerita kemudian ditutup dengan kalahnya Raja Rahwana yang dapat dikalahkan dengan panah sakti yang dimiliki oleh Sang Rama Dewa, dan pada akhirnya Raja Rama Dewa dapat kembali bersatu bersama permaisurinya Dewi Sita.